As we have been a mommy rasanya so great, bahagia, sedih terharu, dsbnya.
Saat selesai mengedan dan mendengar tagisan bayi rasa sakit, capek, dsbnya hilang. Dunia seakan penuh warna, para malaikat menari dan bernyayi lagu surgawi menyambut kedatangan si bayi ke dunia.
Saat palibg membahagiakan ialah saat si kecil di bawa ke pelukanku, dan saya beri kecupan padanya. Dia menangis karena merasa tidak nyaman di luar dibandingkan dengan saat di dalam rahim ibunya penuh dengan kehangatan dan mendapat suplai makanan dari ibunda tercinta melalui ari ari atau tali pusar.
Tak terasa sudah hampir 2 tahun saya menyambut kehadiran putraku di dunia. Semoga kelak dia bisa menjadi seorang pria yang tangguh seperti ayahnya. Yang lembut dan penuh kasih sayang seperti ibunya. Dan yang selalu berbakti, menjaga segala perbuatan dan tindak tandukny sesuai dengan aturan dan hukum yabg berlaku. Semoga selalu berada di jalan yang benar, senangtiasa memenuhi semua pancasila Budhis. Menjalani hidup sesuai ajaran dhamma sang Buddha.
Kehidupan baru telah dimulai, tugas dan tanggung jawab sebagai prang tua semoga bisa dijalankan dengan sebaik baik nya. Semoga saya bisa menjadi panutan yang baik bagi anak anakku.
Saat pertama mengendong si bayi munggil ini rasanya hatiku bergetar dan begitu terharu. Perjuangan untuk menjaga si kecil di dalam tubuhku selama 9 bulan serta perjuangan melahirkanmu membuatku begitu bergetar. Kasih sayang seorang ibu sungguh tidak bisa dibandingkan dengan apapun, siapapun.
Sisa hidupku ini akan kujalankan dengan melaksanakan tugas dan tanggung jawabku sebagai ibu yang baik bagi anak anak dan istri yang baik untuk suamiku. Dan sambil terus mempraktekan dan menjalankan Buddha dhamma. Semoga dengan perjuangan yg terus menerus akan membawa kita ke nibbana. Tujuan akhir kehidupan, tanpa kehidupan dan tanpa ada dan tiada.
Sabbe satta bhavantu sukhitata
Semoga semua mahluk hidup berbahagia
Sadhu3x
Catherine
7-7-2015
No comments:
Post a Comment